Thursday, April 25, 2013

Pilihan Sulit


Dari: Widiyanto Yudie

Disaat menuju  jam-jam istirahat kelas, dosen mengatakan pada mahasiswa/mahasiswinya:
Dosen : “Mari kita buat satu permainan, mohon bantu saya sebentar.”
Kemudian salah satu mahasiswi berjalan menuju pelataran papan tulis.
DOSEN : “Silahkan tulis 20 nama yang paling dekat dengan anda, pada papan tulis.”
Dalam sekejap sudah di tuliskan semuanya oleh mahasiswi tersebut. Ada nama tetangganya, teman kantornya, orang terkasih dan lain-lain.

Menutupi, bukan membungkus




Ya judul diatas itu pernyataan seorang ustadz untuk menjawab pertanyaan seseorang tentang bagaimana adab berpakaian menurut islam bagi wanita. Jawabannya cukup singkat, kira-kira begini : "Yang pasti harus menutupi aurat. Bagian wanita yang boleh terlihat hanya wajah atau sebagian wajah, dan telapak tangan. Bahkan sehelai rambut pun tak boleh terlihat. Jadi semakin sedikit yang dapat dilihat semakin bagus. Tapi yang perlu diperhatikan dan perlu ditekankan adalah pakaian HARUS MENUTUPI, BUKAN MEMBUNGKUS."

Saya tertarik dengan kata menutupi dan membungkus. Ya, yang dimaksud dengan menutupi berarti tidak memperlihatkan, baik secara langsung  maupun secara bentuknya. Jadi pakaian seorang muslimah harus mampu menutup seluruh tubuhnya dan tidak memperlihatkan bentuk tubuhnya. Fenomena yang banyak terjadi sekarang banyak wanita, terutama di sekitar lingkungan saya yang hanya membungkus tubuhnya. Kalau pakai baju yang pendek jelas salah, gak berkerudung juga salah. Tapi ada juga yang udah berkerudung tapi belum bisa dikatakan menutupi, ya hanya membungkus. Pakai kerudung, tapi bajunya terbuat dari bahan yang tipis jadi bisa diterawang, pakai baju yang ketat sehingga bentuk tubuhnya tampak, pakai baju panjang tapi gak sampai menutupi semua terutama dibagian tangan, ada juga yang pakai kerudung tapi rambutnya keliatan, dan masih banyak yg lain. Yang saya sebutkan barusan itu yang dimaksud membungkus.

Terlepas dari itu saya sangat senang karena akhir-akhir ini marak yang namanya hijab. Hijab begitu populer di kalangan anak muda, dan itu membuktikan bahwa bekerudung bukan berarti tidak fashionable. Salut. Tapi bener aja, wanita akan terlihat lebih cantik kalau berkerudung. Untuk lebih lengkapnya cara berpakaian yang baik sesuai syariah islam bagi muslimah sebagai berikut :


  • Menutup seluruh badan selain yang dikecualikan.( QS.An-Nur : 31, Al-Ahzab : 59 ).
  • Bukan berfungsi sebagai perhiasan.( QS. An-Nur : 31, Al-Ahzab : 33 )
  • Kainnya harus tebal, tidak tipis. ( HR. Abu Dawud )
  • Harus longgar, tidak ketat, sehingga tidak menggambarkan sesuatu dari tubuhnya. ( HR. Al-Baihaqi, Abu Dawud, dan Ad-Dhiya )
  • Tidak diberi wewangian atau parfum.( HR. An-Nasa’i, HR. Muslim )
  • Tidak menyerupai laki-laki. ( HR. Abu Dawud, HR. Ahmad, HR. Nasa’i, Hakim, Baihaqi dan Ahmad )
  • Tidak menyerupai pakaian wanita kafir. ( HR. Ahmad, HR. Muslim, HR. At-Tabrani )
  • Bukan libas syuhrah ( pakaian popularitas ). ( HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah )


Sudahkah ukhti (sebutan untuk wanita muslim) memenuhi itu semua? Atau mungkin ukhti belum berjilbab/berkerudung? Sekedar mengingatkan, berkerudung/berjilban itu wajib hukumnya,bukan sunnah atau lainnya, jadi tidak benar jika berjilbab menunggu kesiapan. Dan sebenernya berpakaian tak layak (tidak sesuai syariat islam) itu sama seperti mempertontonkan aurat. Membiarkan orang lain yang bukan merupakan muhrimnya melihat apa yang tak harusnya boleh dilihatnya. Apa anda mau seperti itu? Apakah rela membiarkan itu terus terjadi? 

Tulisan ini sebenernya saya tujukan untuk orang-orang terdekat saya. Ya, karena saya sayang kalian. Saya ingin kita bisa masuk surga bersama, atau kalau ternyata saya tidak maka kalian bisa mendoakan saya di surga nantinya agar saya bisa menyusul. 

Semoga bermanfaat.



Sumber : Cek dimari